Mumetnya anak ketika melaksanakan belajar daring yang tidak dibarengi dengan pengelolaan kesehatan mental, serta rentannya anak terkena kekerasan di rumah. Ilustrasi: Anita D. Prameswari Anak rentan terkena gangguan kesehatan mental dan terpapar kekerasan dari orang tua maupun online selama PJJ di masa pandemi. "Kalau belajar di rumah itu berasa malas, gitu, lho. Suasananya beda dan membosankan. Gurunya ngajar, ngasih tugas tapi nggak masuk ke otak.” Penuturan Radityo (13), siswa tingkat tiga di sebuah SMP di Jakarta, menggambarkan sepotong sudut pandang yang diambil dari kegiatan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang sudah berjalan cukup lama. Meski PJJ terlihat lebih mudah, fleksibel dan praktis, fenomena akibat pandemi ini nyatanya memiliki imbas yang signifikan pada kesehatan mental para siswa jika tidak ditangani dengan baik. Tidak hanya itu, kekerasan pada anak juga diduga meningkat sepanjang bulan-bulan pandemi selama pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). PJJ:...
PSBB dan WFH membuat beban perempuan bertambah dan menimbulkan masalah kesehatan mental. Selain itu, kekerasan pada perempuan juga meningkat di masa pandemi. Pada lima bulan awal masa pandemi COVID-19, PDSKJI (Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia) melakukan sebuah survei terhadap masyarakat Indonesia dan menyebutkan bahwa 71 persen perempuan di Indonesia mengalami masalah psikologis. Angka ini jauh lebih tinggi dibanding laki-laki yang hanya berkisar 29 persen saja. Proporsi gangguan mental menurut jenis kelamin Selain itu, survey dari SurveyMETER juga menyebutkan secara spesifik pun juga menunjukkan bahwa proporsi perempuan memiliki tingkat kecemasan dan depresi lebih tinggi dibanding laki-laki. Kondisi depresi dan kecemasan menurut jenis kelamin "Perempuan memiliki faktor hormonal yang berbeda dengan laki-laki sehingga perubahan-perubahan hormon menyebabkan perempuan lebih mudah terkena gangguan kejiwaan", jelas dr. Lahargo Kembaren, Dokter Psikiater di Si...
Gara-gara pandemi, sebagian besar UMKM di Indonesia mengalami kerugian. Bahkan, data dari Asosiasi Business Development Services Indonesia, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) pada 13 April 2020 mengungkapkan bahwa lebih dari 37 persenn UMKM tidak mendapatkan pemasukan sama sekali. Penurunan Penjualan Sektor UMKM Akibat Covid-19 Infogram Padahal UMKM adalah sektor ekonomi paling penting di Indonesia. Pertama, karena 99 persen unit usaha ekonomi di Indonesia merupakan UMKM. di Indonesia, sektor UMKM adalah tempat 97 persen seluruh tenaga kerja kita mencari nafkah. Riset Semeru bahkan memproyeksikan bahwa ketika banyak UMKM tutup akibat pandemi, kemiskinan mungkin meningkat besar-besaran. Proyeksi Tingkat Kemiskinan Indonesia Tahun 2020 Infogram Pemerintah pun gencar mencari jalan untuk menyelamatkan usaha rakyat ini, salah satunya melalui dunia digital. Pemerintah kini sedang getol-getolnya mendorong para pelaku UMKM menggunakan gawai dan int...
Komentar
Posting Komentar